Showing posts with label Silliness. Show all posts
Showing posts with label Silliness. Show all posts

Sunday, 2 September 2012

Sistah Day!!

I've been ngidam hanamasa for so long dan akirnya kesampean kemaren makan situ. Berhubung si suami ga doyan (how come yaaah ga suka hanamasa. tsk.) akirnya kemaren makan sama si beruang gendut. Tapi emang dasar kalo pengen sesuatu harus ada effortnya. Mulei dari jadwal pijet yg molor bgt, jalanan macet sampe mendapati si hanamasa penuh dan kita harus masuk waiting list yg panjang. Yang rencana awalnya lunch jdnya early dinner. Hmmmppff.

But it was all worth it.

Just look at those happy faces :))

Tuesday, 8 November 2011

Tragedi Cincin

Di suatu pagi di hari minggu yg damai, tiba2 teringat akan sesuatu. A blinky little metal that used to be melingker di jari maniskuh kok tak ada yah. Di meja tempat biasa naro: tak ado. Di meja makan: euweuh. Di meja dapur: apalagi.

Tuan putri panik. Bongkar2 tas, ubek2 mobil, gak ketemu. Ubek2 ingetan juga gagal, short-term memory lost really does exist in my case.

Berpikir amat keras, what did I do and where did I go yesterday. Seinget saya sih kmaren emg sempet pergi bentar, udh gitu di mobil si suami sempet minta dipakein lotion karna tangannya kering (cape deh yah), trus si cincin dilepas bentar..

*hening*

......
......

Itu cincin kayanyaaaaaa jatoh pas turun dari mobiiiiiiil!!!! *head-banging on the wall*

Liat estrinya udah ga karuan mukanya, si suami langsung menawarkan solusi: cek tkp. Berangkatlah kita ke tempat2 yg kmrn dengan penuh harap. Di jalan sempet reka ulang kejadian #tsah. Dimana kemungkinannya itu cincin jatoh.

TKP #1 Toko alat2 diving di ITC fatmawati.
Turun dari mobil, udah berasa kaya pemulung lg nyariin koin, untung hari minggu dan toko2 pada tutup dan emg lg idul adha juga sik. Hasilnya: nihil.
Perut semakin bergejolak, mau muntah, mulei hopeless. Ditambah dengan si suami yg mulei gemesss sama kedodolan istrinya. Dipikir2 em ngeselin juga sik. Ngapain juga yah make lotion aja kudu lepas cincin, udah gitu pake acara lupa dipasang lagi pulak. Si suami ampe bilang, "yaudahlah yang, diikhlasin aja, trus gausah pake cincin aja kali yah, daripada ilang lagi." Tuan putri diyem, walopun ngomongnya sambil ketawa tp tetep bikin nangis guling2 dalem hati.

TKP #2 Toko keramik
Si suami udh literally hopeless, tp tuan putri keukeuh pgn ke tkp berikutnya. Jadilah berenti dulu, lagi2 untung pada tutup tokonya. Tuan putri turun dari mobil, langsung screening tempat kita parkir kmrn.

Ketemuuuuuu cincinnyaaaah!!!

How relief I was as I found a metal circle on the ground with nobody noticing it. Agak mustihal sih sebenernya. Karna saya pun berpikir kalo emg jatoh, udh pastinya dwongs, ditemukan orang yg parkir situ dan dibawa pulang dengan selamat ke rumah orang yg nemu. Tapi ini kagak. Masih tergeletak dengan cantiknya diatas parkiran.


*sujud syukur* Si cincin ini masi rejeki sayah ternyatah *elus2 cincin*

Monday, 15 November 2010

Kampung Melayu ≠ Kampung Rambutan

So here's a story of a sok-ingetan bagus-padahal-pelupa girl. One thing led me to Pondok Kopi on a bright Saturday morning (with lots of moaning and yawning, surely). Decided to go there with a cab, since I have zero clue about the place I intended to visit. Singkatnya, I've made it to Pondok Kopi after tanya sana-sini. Things were wrapped, and it 2 o'clock already. I decided to go home by bus (simply karna takut duitnya ga cukup kalo naek taksi lagi, secara hampir pasti maceeet bukaan sabtu sore di jakarta). Setelah tanya2 sama orang2 how to get to Blok M, I sighed. Haruus ke Kampung Melayu dulu, then ask someone there. Double sighed.

Ah yaa, before I moved on, there's a drama behind I-decided-to-go-home-by-bus thing. Heavy rain was pouring as my business was done, I was having my 1st day period so I was dying to lay my back on the bed, and the perfect part was, my boyfriend texted me that he's gonna sleep for a while. Hmmmppff. I was in the middle of nowhere dan menderitaah, and he's asleep. *to-ta-lly-up-set* Okay, he's sick, I know. Gatau daerah pondok kopi, that, I know it too, his car just got fixed, I know that too. Tapi yaah, namanya lagi es-mo-si. In between pengen marah2 and I've no choice other than haruuus menjelajah sisi lain Jakarta yang sebelumnya belum pernah terjamah sama sekali. Hell yeah, it was no fun at all. Pengen nangis iya banget.

Moving on.. I made it to Kampung Melayu after all. Bersama dua orang teman di tempat yang tadi yang sama-sama pulangnya ke arah Kampung Melayu. Satu orang turun di deket Halim, satu lagi bareng turun di Kampung Melayu. As I get there, a bit confused. "Perasaan dulu pas kesini ga kaya gini deh".

Dan jiwa sok tau gw pun kambuh. Instead of asking which bus is going to Blok M, I told my friend that I changed my mind, and wanted to take a bus which directly goes to Lebak Bulus by toll road. Teman gw yg baru gw kenal itu dengan sabarnya bilang kalo dari Kampung Melayu nggak ada yg langsung ke Lebak Bulus. While me, keep persisting, kalo jurusan itu ada, dulu gw juga pernah naik jurusan itu. "Biar gw cepet sampe" That's all I could think about. Si temen gw ini masih dengan sabar ngadepin gw, "kita liat aja deh ada apa nggak bus nya. Gw temenin cari dulu deh, kalo gw sih angkotnya banyak, santai. Yuk." How sweet she was, wasn't she? Then she pointed her finger to one bus, jurusan Kampung Melayu-Blok M. "Lo mending ke blok m aja deh." Berhubung bus udah depan mata, then I nodded. Last thing she said was, " Eh, lo hati-hati yah." Hehehehe.. Thankies temaan..

As I sit on the bus, still struggling to remember, which bus I took few months ago. And still confused, the terminal was different as I remembered it. Then, voila. I remembered something. Waktu itu gw dari Cikampek mau ke Jakarta dan berenti di.......KAMPUNG RAMBUTAN. Not Kampung Melayu. *toyor kepala sendiri for being super duper silly.

One huge conclusion for me that day. Kampung Melayu is waaaaaaay different from Kampung Rambutan. Noted.